mitos khitan sunat
Halo sobat Rumah Khitanan dr. Bayu, sering denger kan kalau banyak mitos tentang sunat / khitan yang beredar di masyarakat,
bener ga sih itu??
penasaran kan, nah, berikut 4 mitos soal sunat anak yang Bunda harus tahu:
1. Anak tidak boleh banyak gerak setelah disunat
Efek disunat memang menimbulkan nyeri. Tapi bukan berarti si kecil harus membatasi aktivitasnya, Bun.
Bila Bunda merawat kebersihan area sunat dengan baik, pasti tidak akan menimbulkan infeksi atau cedera saat anak beraktivitas. Memang, pada beberapa teknik sunat, rasa nyeri tidak terlalu terasa.
padahal dengan sistem canggih khitan jaman sekarang, anak boleh anak main sepeda dan berenang, Besoknya setelah sunat, anak sudah bisa beraktivitas.
2. Ada jenis makanan yang menghambat penyembuhan
Faktanya, enggak ada makanan yang harus dipantang setelah sunat, Bun. Ini mitos, katanya makan kecap menjadi hitam, telur atau ikan menjadi alergi gatal-gatal. Justru itu semua protein yang diperlukan untuk penyembuhan luka, agar lukanya cepat sembuh.
3. Badan tumbuh tinggi atau besar setelah sunat
Anak menjadi besar dan tinggi usai disunat? Khitan enggak ada hubungannya dengan pertumbuhan anak. Pertumbuhan anak itu ditentukan oleh growth hormone.
Hormon itu aktif saat anak berusia 11 – 13 tahun. Nah, biasanya do rentang usia itu pula anak disunat. Sehingga, terkesan sunat bikin anak lelaki tumbuh tinggi dan besar.
4. Dikhitan sama JIN
Banyak orang sering menemukan kondisi kelamin anaknya seperti sudah disunat / khitan yaitu bengkak, sakit, dan bentuknya seperti terbuka. Mereka menyebutnya disunat ‘jin’ atau mahkluk halus.
Nah sekarang jelas kan Bunda, berita tersebut hanyalah mitos belaka,
untuk tau tentang dunia khitan dan info khitan, yuk follow ig nya rumah khitanan dr Bayu @rumahkhitanan.dokterbayu
konsultasi langsung juga bisa bu, WA 081 2281 888 91
